Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Sejarah Gereja BNKP di Pulau Nias

Crypto Nias. Nias merupakan salah satu daerah pelosok di provinsi sumatera utara, mayoritas beragama kristen. Sejarahnya Gereja pertama kali berdiri di pulau nias adalah Gereja Banua Niha Keriso Protestan ((BNKP). 

Sejarah Masuknya Gereja (BNKP FANOROTODO) Kristen Protestan di Pulau Nias

Awal mulanya gereja BNKP (Kristen Protestan) berdiri di pulau nias adalah salah seorang misionaris dari Jerman bernama Ernst Ludwig Denninger dari Rheinische Missiongesellschaft (RMG) melakukan penginjilan di pulau nias pada tanggal 27 September tahun 1874.

Orang Nias setiap tanggal 27 September selalu memperingati/merayakan Hari Raya Misi Penginjilan oleh Ernst Ludwig Denninger (misionaris Jerman) dari Rheinische Missiongesellschaft (RMG) yang pertama kalinya menginjakkan kaki di Pulau Nias dan dianggap sebagai Rasul bagi Suku Nias (Ono Niha) karena sudah membawa orang nias ke jalan yang benar berdasarkan firman Tuhan Yesus.

Sejarahnya Gereja pertama kali berdiri di pulau nias adalah Gereja Banua Niha Keriso Protestan ((BNKP)  sejarah berdirinya agama dan gereja BNKP di ni

Penginjilan berlanjut Pada tanggal 14 Februari 1872, pihak RMG mengutus Wihlem Thomas dan disusul oleh Friedrich Kramer pada tanggal 1 April 1873 dalam membantu pelayanan Pekabaran Injil di Pulau Nias bersama-sama dengan Ernst Ludwig Denninger. 
 
Misi tersebut membuahkan hasil dan terjadilan sejarah pembabtisan pertama kalinya di pulau nias sebanyak 25 orang. Mereka berasal dari desa Hilina’a dan Onozitoli (termasuk keluarga Salawa Yawaduha) dan di baptis pada saat kebaktian Paskah di gereja (Lods) Gunungsitoli.

Lebih lanjut pada tanggal 23 Agustus tahun 1874 ada sebanyak 19 orang Nias beramai-ramai mengikuti katekisasi, menyerahkan diri untuk ikut dibaptis oleh Ernst Ludwig Denninger. Ini merupakan keberhasilan terbesar yang dirrasakan oleh Ernst Ludwig Denninger. 
 
Dengan rasa kegembiraan dan ucapan syukur kepada Tuhan, Ia menyampaikan kepada RMG agar mengirim lebih banyak lagi jumlah missionaries diutus dan melayani di Pulau Nias karena masih banyak jiwa-jiwa yang harus diselamatkan.

Perkembangan umat kristiani semakin berkembangan pesat hingga 706 orang nias dibaptis Pada tahun 1890. Sedangkan pada massa pemerintahan kolonial Belanda, pertumbuhan gereja berlangsung lambat hingga tahun 1900. 
 
Namun, pada tahun 1915, jumlah orang-orang yang telah dibaptis bertambah menjadi 20.000 orang.  Sejak tahun 1915 hingga 1920, Kristen Protestan mengalami pertumbuhan yang pesat. Pada tahun 1921 jumlah orang yang telah dibaptis mencapai 60.000 orang.

Sejarahnya Gereja pertama kali berdiri di pulau nias adalah Gereja Banua Niha Keriso Protestan ((BNKP)  sejarah berdirinya agama dan gereja BNKP di ni
BAPTIS MASSAL


Sejarah Gereja BNKP di Nias. Sejarah singkatnya perjalanan misi di Pulau Nias, maka dapat dipetakan sebagai berikut: Pada 25 tahun pertama (1865-1890), kekristenan di Nias hanya dapat berkembang di wilayah pemerintahan sipil Belanda, yang disebut Rapatgebiet. Jemaat berdiri di Gunungsitoli, Dahana, Ombölata dan Faekhu.

Sudah dicoba di beberapa tempat di luar Rapatgebiet, yakni di Fagulo dan Bawolowalani, tetapi gagal dan Ono Niha di wilayah tersebut bertahan dengan kepercayaan dan kebudayaan lama. 
 
Tetapi pada kurun waktu 25 tahun kedua (1890-1915), seiring dengan penetrasi Kolonial Belanda ke pedesaan dengan menumpas para pemberontak dan membuka jalan dengan rodi, maka usaha Pekabaran Injilpun masuk ke berbagai wilayah kepulauan Nias.


Sejarahnya Gereja pertama kali berdiri di pulau nias adalah Gereja Banua Niha Keriso Protestan ((BNKP)  sejarah berdirinya agama dan gereja BNKP di ni

Untuk wilayah utara misi masuk ke Bo’usö, Awa’ai, Sowu dan kemudian Hilimaziaya sebagai pusat penginjilan di sekelilingnya. Di belahan Timur, misi masuk melalui Humene, Sogae’adu , Bawalia. 

Di bagian tengah, misi masuk melalui Lölöwua dan Sifaoro’asi. Ke wilayah barat, misi penetrasi ke Tugala-Lahömi/Fadoro, Lahusa, Lolowa’u, Lahagu – Oyo, Lolomoyo dan kemudian Lawelu.  Sedang ke belahan Nias Selatan, misi masuk melalui Hilisimaetanö dan Sa’ua; sedangkan ke pulau-pulau Batu, misi dari Bedan Misi Lutheran  Belanda yang melayani di sana.


Pada 25 tahun ketiga (1916-1940) yang dikenal dengan akhir zaman Zending , kekristenan di Nias berkembang sangat pesat yang didukung oleh gerakan pertobatan massal yang menyebar di seluruh kepulauan Nias pada tahun 1916-1930. 

Pada tahap 25 tahun terakhir inilah Ono Niha secara keseluruhan meninggalkan agama lamanya, dan masuk agama Kristen, yang dilembagakan melalui sidang sinode 1 tahun 1936, hingga tahun 1940 dipimpin oleh misionaris Jerman dengan nama Banua Niha Keriso Protestan (BNKP).

Akhir zaman Zending ini adalah tahun 1940, ketika terjadi Perang Dunia Kedua, dimana seluruh misionaris ditawan oleh tentara belanda dan kembali ke negerinya. 

Dengan demikian, sejak tahun 1940 hingga sekarang BNKP dipimpin, digembalakan dan dilayani oleh Ono Niha. Kini, masyarakat Nias menganut agama Kristen Protestan, Kristen Katolik, Islam, Budha, Hindu, Konghucu, dan aliran kepercayaan.

Nah itulah sejarah berdirinya agama dan gereja BNKP di nias. BNKP merupakan saksi bisu dalam perjalanan pertumbuhan agama kkristen protestan di pulau nias.

close