-->

Analisis Fundamental Komoditi : Prinsip, Teori, PEST, & PFF

Artikel Analisis Fundamental Komoditi. Seorang trader fungsi Analisa fundamental mengajarkan untuk melihat masalah dan solusi dalam gejolak pasar yang

Analisis Fundamental Komoditi

Crypto Nias. Artikel Analisis Fundamental Komoditi. Seorang trader fungsi Analisa fundamental mengajarkan untuk melihat masalah dan solusi dalam gejolak pasar yang terjadi.

Jika sebelumnya kita sudah membahas tentang 4 Cara dan Metode Menganalisa Saham dengan Analisis Fundamental Saham. Sebagaimana yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa dalam Analisis Fundamental Sederhana ada 4 kategori antara lain yakni: 


Analisis Fundamental Komoditi, Apa itu Analisis Fundamental Komoditi?, Prinsip Analisis Fundamental Komoditi, Fundamental Analysis Theory on Commodity, Porter Five Forces,PEST Analysis
Analisis Fundamental Komoditi : Prinsip, Teori, PEST, & PFF


1. Saham
2. Komoditi
3. Forex
4. Index


Analisa fundamental juga mengajarkan kita untuk melihat segala permasalahan dari sudut pandangyang luas. Selain itu, dapat mempertajam wawasan dan pola pikir ke depan.Seorang trader diharapkan dapat menjelaskan gejolak pasar tidak hanya berdasarkan sebuah grafikdan chart, tapi juga harus bisa menjelaskan alasan mendasar tentang apa penyebabnya dan bagaimana semua itu bisa terjadi agar tidak memberikan informasi yang menyesatkan bagi nasabahnya.

Bagi regulator, analisa fundamental setidaknya dapat memiliki gambaran tentang dinamika trading dari sudut pandang fundamental, sehingga lebih memahami dalam membina, mengatur, mengawasidan membuat aturan terkait pengelolaan risiko dari berbagai sudut pandang. 

Nah, karena artikel sebelumnya tentang 4 Cara dan Metode Menganalisa Saham maka untuk kali ini tentang Analisis Fundamental Komoditi dalam Analisis Fundamental Sederhana. Tanpa basa basi mari kita masuk ke pembahasan.

1. Apa itu Analisis Fundamental Komoditi?


Analisis Fundamental Komoditi adalah sebuah tools analisa yang menekankan pada faktor-faktor permintaan dan penawaran sehingga menjadi acuan dalam pergerakan harga saham. Dalam Analisis Fundamental Komoditi ini selalu berhubungan dengan karakteristik komoditi dan ekonomi. 

Seorang pelaku pasar pastinya membutuhkan suatu cara dan metode serta informasi yang aktual dari pengelolaan resiko yang relevan dengan pasar secara terukur dan tepat sasaran. Dengan cara/metode Fundamental Komoditi ini adalah hal yang paling efektif dalam mengetahui sebuah pergerakn harga saham.

Dalam menganalisa instrumen Komoditi melalui analisa Fundamental, saya suka menyebutkan (sambil bercanda) bahwa anda harus mempunyai pengetahuan selayaknya Petani. Terlebih lagi, Komoditi yang anda analisa termasuk ke golongan Soft Commodity seperti Jagung, Kopi, Kacang Kedelai atau Gula Mentah. 

Pada dasarnya, pergerakan semua instrumen berdasarkan fundamentalnya adalah karena adanya perbedaan Penawaran dan Permintaan (Suppy & Demand). Namun dalam instrumen  Komoditi,  pergerakan  karena   Supply Demand tersebut sangatlah jelas terlihat sehingga anda dengan mudah menganalisa pergerakan harga Komoditi.

Perbedaan Supply Demand yang terjadi biasanya karena jumlah barang (Komoditi) yang  beredar  atau  yang  dihasilkan berubah,  baik  itu  bertambah banyak atau berkurang. Bertambah banyak dapat disebabkan dengan panen yang  berhasil  dan  berkurang  dapat  disebabkan  dengan  kegagalan  panen. 

Karena itulah saya mengatakan anda harus mempunyai pengetahuan layaknya Petani – petani atau bahkan mempelajari ilmu cuaca (Meteorologi). Saya sebut demikian karena hasil panen bergantung (salah satunya) dengan cuaca.

Jika Supply naik, dalam arti Penawaran bertambah, maka harga akan cenderung turun. Jika Demand naik, dalam arti Permintaan bertambah, maka harga akan cenderung naik. Supply dapat meningkat jika terjadi keberhasilan Panen atau cuaca yang mendukung pertumbuhan suatu tanaman pertanian. 

Jadi kesimpulannya, pada masa Panen (diakhir masa tanam), harga Komoditi cenderung menurun. Pada cuaca hujan, harga cenderung menurun.

Permintaan akan meningkat jika terjadi kegagalan Panen atau cuaca kurang mendukung pertumbuhan suatu tanaman pertanian. Kesimpulannya adalah pada masa gagal Panen (atau diawal masa tanam), harga cenderung meningkat dan pada cuaca kering, harga cenderung meningkat.

Ada kecenderungan harga – harga di bursa Komoditi, mengikuti bursa Komoditi di regional lain. Sepertinya misalnya, harga Komoditi di bursa Jepang (seperti Tokyo Grain Exchange) mengikut pergerakan harga di bursa Amerika (seperti Chicago Board Of Trade). 

Sehingga jika anda berinvestasi di bursa Jepang, anda cukup melihat harga di bursa komoditi Amerika atau klik website berita  Bloomberg (www.bloomberg.com/markets/commodities/cfutures.html) dan lihat pergerakan – pergerakan harga seperti Jagung, Kacang Kedelai atau Kopi. Dengan catatan, pada umumnya, harga di bursa Jepang bergerak sesuai dengan bursa Amerika dalam waktu sekitar 2 hari kemudian.

2. Prinsip Analisis Fundamental Komoditi

Ada tiga prinsip yang digunakan sebagai dasar dalam melakukan analisis fundamental,
yaitu;

1. Industry Overview, yakni; 

Bagaimana tren industri dan arah pasar ke depan dan bagaimana mengenali situasi dan kondisi internal dan ekternal dari perkembangan industri

2. Collection of raw data, 

dengan metode ini kita memahami dan mencari data data yang dapat dipergunakan dalam memprediksi pergerakan harga ke depan baik itu data perkembangan indutri maupun data perkembangan ekonomi.

3. Market modelling;

mencakup Supply and demand yaitu di mana jika permintaan lebih besar daripada penawaran, harga akan naik. Begitu pula sebaliknya, jika permintaan lebih kecil dari pada penawaran, harga cenderung akan turun; Modelling historical data yakni bagaimana kita menggunakan data pada periode sebelumnya yang berfungsi sebagai tolak ukur kinerja yang telah dilakukan; Forecasting: Econometric & Quantitative analysis techniques, yakni data yang berasal dari pengamatan dan penilaian analisis kita gunakan untuk memprediksi kenaikan atau penurunan harga.

3. Fundamental Analysis Theory on Commodity

Menjelaskan tentang Analisa Fundamental (Fundamental Analysis) yang merupakan salah satu analisis atau metode pendekatan yang menganalisis (atau mengamati) yang mengacu pada indikator-indikator atau faktor-faktor global suatu negara/wilayah, seperti: kondisi perekonomian, kebijakan moneter, kebijakan politik, keadaan geopolitis, dan lain sebagainya. 

Pengamatan atau analisa fundamental ini bertujuan untuk memahami keadaan ekonomi suatu negara/wilayah tertentu yang nantinya dapat dijadikan sebagai alat bantu dalam memprediksi pergerakan suatu harga komoditi, valas/forex, kontrak berjangka (futures contract), indeks dan beberapa instrumen keuangan lainnya.

Terdapat beberapa faktor dalam fundamental seperti yang sudah disebutkan di atas. Namun, jika kita himpun semua faktor fundamental yang ada ke dalam suatu kelompok, semuanya akan terkumpul ke dalam empat kategori besar, yakni faktor politik, faktor keuangan, faktor eksternal, dan
faktor ekonomi.

4. Porter Five Forces (PFF)

Sebelum penulis memasuki studi kasus penggunaan analisis fundamental, ada baiknya terlebih dahulu menkaji dan mengetahui gambaran sebuah industri pengguna komoditi yang bakal dianalisis. 

Metode yang digunakan yakni Porter Five Forces (PFF). Metode ini menganalisis sebuah industri dengan menggunakan teori yang dikenalkan Michael E Porter dalam bukunya yang berjudul Competitive Strategi. 

Menurut Porter, perkembangan sebuah perusahaan atau industri di pengaruhi oleh 5 kekuatan yaitu; masuknya kompetitor pada bagian ini kita harus mengetahui cara yang mudah untuk berkompetisi dengan kompetitor baru maupun kompetitor yang sudah ada pada industri tersebut.

  1. Ancaman Produk atau jasa pengganti : di sini kita mengetahui cara mudah masuknya produk atau jasa yang dapat menjadi alternatif dari produk atau jasa yang sudah ada, khususnya yang dibuat dengan biaya lebih murah.
  2. Daya tawar dari pembeli : yakni bagaimana kuatnya posisi pembeli. Pembeli mempunyai kekuatan untuk menentukan kemana dia akan melakukan transaksi;
  3. Daya tawar dari supplier : bagaimana kuatnya posisi penjual. Apakah ada banyak supplier atau hanya beberapa supplier saja, bisa jadi mereka memonopoli supply barang;
  4. Persaingan diantara pemain yang sudah ada : bagaimana kuatnya persaingan antara pemain yang sudah ada. Apakah ada pemain yang sangat dominan atau semuanya sama

5. PEST Analysis

Selanjutnya, seorang pelaku perdagangan berjangka komoditi sebelum melakukan analisis fundamental juga perlu menganalisis PEST. Analisis ini adalah analisis eksternal makro-lingkungan yang mempengaruhi semua perusahaan. PEST merupakan singkatan dari faktor Politik, Ekonomi, Sosial dan Teknologi dari eksternal makro-lingkungan. Faktor eksternal seperti biasanya berada di luar kendali perusahaan dan kadang-kadang menampilkan diri sebagai ancaman.

Untuk alasan ini, beberapa orang mengatakan bahwa “hama” adalah istilah yang tepat untuk faktor ini. Namun, perubahan dalam lingkungan eksternal juga menciptakan peluang baru dan huruf kadang-kadang diatur kembali untuk membangun istilah yang lebih optimis analisis PEST. Banyak makrofaktor lingkungan yang spesifik negara dan analisis PEST perlu  dilakukan untuk semua negara yang menarik.

Ok gan, sekian penjelasan singkat tentang Analisis Fundamental Komoditi yang terdiri dari beberapa subjudul yakni Apa itu Analisis Fundamental Komoditi?,  Prinsip Analisis Fundamental Komoditi, Fundamental Analysis Theory on Commodity, Porter Five Forces, PEST Analysis.. Semoga bermanfaat ya gaesss... 

Pencarian:

  1. analisis teknikal saham
  2. rangkuman analisis teknikal
  3. website analisa teknikal saham
  4. analisis fundamental emas
  5. analisa teknikal forex hari ini
  6. analisis teknikal forex
  7. komoditi emas
  8. investing komoditas

Anda mungkin menyukai postingan ini