Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Sejarah Singkat Masuknya Agama Kristen Katolik dan Protestan di Pulau Nias

Sejarah Masuknya Gereja Katolik dan BNKP di Pulau Nias

Sejarah Masuknya Agama Kristen di Pulau Nias. Sejatinya sejarah berdirinya gereja di pulau nias belum tentu di ketahui oleh masyarakat suku nias itu sendiri. Orang Nias belum semuanya tahu kapan sejarah atau awal mulanya masuk gereja di nias? Bagaimana sejarahnya agama Kristen Katolik dan Protestan dapat masuk di wilayah teritorial Spartan Indonesia Pulau Nias.

Sejarah Singkat Masuknya Agama Kristen Katolik dan Protestan di Pulau Nias  Sejarah Masuknya Gereja Katolik dan BNKP di Pulau Nias ejarah masuknya ger

Pengantar Sejarah Singkat Masuknya Agama Kristen Katolik dan Protestan di Pulau Nias

Pulau Nias adalah salah satu wilayah yang ada di sumatera utara dengan pemeluk agama kristen yang kurang lebih 90% dari keseluruhan jumlah penduduk pulau nias. Sejarah masuknya agama Kristen di Pulau Nias tentunya memiliki cerita tersendiri. Sebelum misionaris tiba di pulau nias, para leluhur pulau nias telah mendirikan sebuah desa atau perkampungan dalam bahasa nias ’Banua” dan ”Ori” di hampir seluruh kepulauan Nias. 

Sekilas Kehidupan Sosial Suku Nias Sebelum Masuknya Agama dan Gereja

Sistemnya pemerintahan zaman dahulu kala bersifat kerajaan dalam bahasa Nias Raja "Si'ulu" yang memiliki Penasehat bernama "Si'ila". Nias dulu kala sering terjadi perang antar banua atau antar Öri sama seperti cerita bahwa salah satu Spartan di Indonesia adalah Suku Nias. Baca artikelnya Sparta Indonesia adalah Suku Nias.

Sejarah Singkat Masuknya Agama Kristen Katolik dan Protestan di Pulau Nias  Sejarah Masuknya Gereja Katolik dan BNKP di Pulau Nias ejarah masuknya ger

Ono Niha sendiri mayoritasnya dalam kegiatan kehidupan sehari-hari adalah bertani, berburu dan beternak yang mendasari seluruh aktifitas dan kehidupan suku Nias tergantung pada kepercayaannya kepada dewa-dewa melalui ritual-ritual dengan media penyembahan ”Adu” (patung) yang dipercaya sebagai Tuhan. 

Kehidupan masyarakat suku nias sendiri terbilang cukup memprihatinkan sebab kehidupan yang masih sangat miskin, tidak berpendidikan, dan tingkat kematian tinggi karena minimnya tingkat kesehatan tubuh yang disebabkan oleh wabah penyakit yang mematikan, seperti penyakit TBC, malaria, diare, dan penyakit lainnya. 

Pengobatan yang dilakukan pada saat itu adalah dengan cara ”Fo’ere ba Adu” atau memberikan persembahan kepada Tuhan yang mereka percayai. Singkat cerita bahwa keterpurukan dalam dunia Rohani dan Pendidikan membuat Suku Nias sangat memprihatinkan kehidupannya.

Pertanyaan Sejarah Singkat Masuknya Agama Kristen Katolik dan Protestan di Pulau Nias

Diartikel ini, akan dibahas tentang Masuknya agama kristen di pulau nias, Bagaimana sejarah gereja di pulau nias?, sejarah gereja katolik di nias? sejarah gereja bnkp di nias? apa dan bagaimana Sejarah Masuknya Agama Kristen di Pulau Nias? Mengapa mungkin bisa Agama dan Gereja bisa berkiprah di Pulau Nias sebagai Suku Spartan Indonesia. Untuk itu mari kita belajar besama-sama tentang sejarah nias yakni Masuknya Agama dan Gereja di Pulau Nias.

Sejarah Singkat Masuknya Agama Kristen di Pulau Nias

Sejarah Masuknya Agama dan Gereja Katolik di Pulau Nias (1832-1835)

Sejarah gereja katolik di nias. Kristen Katolik adalah agama Kristen pertama yang masuk di Pulau Nias, yang dibawa oleh misionaris Prancis tahun 1822/1823. Misi tersebut berasal dari Missions Etrangers de Paris (badan Misi Katolik Roma),  bernama Pere Wallon dan Pere Barart, namun tidak lama menginjakan kaki di pulau nias tepatnya setelahnya 3 (tiga) hari berada di Lasara, Gunungsitoli (pulau nias) salah seorang dari meeka meninggal dunia dan kemudian (tiga) bulan setelah itu yang seorang lagi meninggal dunia, sehingga misi pelayanan dan penyebaran agama/gereja gagal. Baca Juga Objek Wisata Nias Selatan Teluk Dalam yang Tersohor di Mata Dunia


Sejarah Singkat Masuknya Agama Kristen Katolik dan Protestan di Pulau Nias  Sejarah Masuknya Gereja Katolik dan BNKP di Pulau Nias ejarah masuknya ger

Lanjut, pada Tahun 1845 seorang misionaris bernama Jean Baptiste Boucho Vikaris Apostolik yang berasal dari Kota Peninsula (Malaysia) begitu sangat bersemangat untuk menyebarkan Injil Kebenaran tentang Firman Tuhan Yesus ke Pulau Nias. Semangat itu muncul dalam dirinya disebabkan menurutnya, orang-orang/suku Nias adalah orang yang baik, sederhana, dan memiliki prinsip setia pada iman mereka.

Walaupun demikian, Jean Baptiste Boucho Vikaris Apostolik tidak mendapatkan kesempatan izin dari College di Penang yang pada akhirnya tugas misinya dalam penyebaran agama/gereja diberikan kepada misionaris lainnya yakni Jean Pierre Vallon dan Jean Laurent Berard. Pada tanggal 14 Desember 1831, Jean Pierre Vallon dan Jean Laurent Berard memulai perjalanannya dari Penang (Malaysia) dan tiba di daerah Pulau Nias pada bulan Maret tahun 1832 untuk siap menyebarkan agama dan gereja Katolik dan ini adalah tahun dimana merupakan penanda pertama misi Gereja Katolik di daerah Pulau Nias.

Sejarah Gereja Katolik di Nias. Banyak orang Nias yang belum beragama (ateis) pada zaman dahulu sehingga misi penyebaran agama dan gereja di Pulau Nias pun mulai bergerak cepat secara massif/utuh pada tahun 1939. Seorang Pastor datang ke Pulau Nias untuk memberitakan dan injil dan sejak saat itulah, umat bergama Katolik bertumbuh dengan pesat. Bahkan ada beberapa orang yang dilatih di kota Gunungsitoli, sebagai murid yang akan membantu dalam mengajarkan injil kepada orang-orang yang ada di desa se-kepulauan Nias, sehingga semakin banyak masyarakat pulau nias yang terselamatkan dengan injil firman Tuhan Yesus.

Sejarah Singkat Masuknya Agama Kristen Katolik dan Protestan di Pulau Nias  Sejarah Masuknya Gereja Katolik dan BNKP di Pulau Nias ejarah masuknya ger
Sejarah Gereja Katolik di Nias

Sejarah Masuknya Agama dan Gereja Kristen Protestan di Pulau Nias

Sejarah Gereja BNKP di Nias. Setiap tanggal 27 September Agama/Gereja BNKP (Banua Niha Keriso Protestan) Kristen Protestan merayakan Hari Raya Misi. Sejarah Masuknya Agama dan Gereja Kristen Protestan di Pulau Nias pada tanggal 27 September 1865. Misi penginjilan Kristen Protestan dibawa oleh Ernst Ludwig Denninger (misionaris Jerman) dari Rheinische Missiongesellschaft (RMG) yang pertama kalinya menginjakkan kaki di Pulau Nias dan dianggap sebagai Rasul bagi Suku Nias (Ono Niha) tentunya yang berhasil membawa berita kemenangan Tuhan Yesus Kristus bagi orang Nias dan menjadi pengikut Kristus pada paskah tahun 1874. Baca Sejarah Suku/Orang Nias Berasal dari Taiwan??? DNA Taiwan Mirip!!!

 

Sejarah Singkat Masuknya Agama Kristen Katolik dan Protestan di Pulau Nias  Sejarah Masuknya Gereja Katolik dan BNKP di Pulau Nias ejarah masuknya ger
Sejarah Gereja BNKP di Nias

Pada tanggal 14 Februari 1872 RMG mengutus salah seorang yang akan membantu Ernst Ludwig Denninger yang bernama Wihlem Thomas dan pada tanggal 1 April 1873 kembali diutus seorang yang bernama Friedrich Kramer tentunya dalam membantu pelayanan Pekabaran Injil di Pulau Nias. Namun dengan Kuasa Tuhan Yesus Kristus, hati dan pikiran orang Nias terbuka dan mau menerima untuk Injil tersebut.

Sejarah Singkat Masuknya Agama Kristen Katolik dan Protestan di Pulau Nias  Sejarah Masuknya Gereja Katolik dan BNKP di Pulau Nias ejarah masuknya ger
Sejarah Gereja BNKP di Nias

Misi penginjilan yyang dibawa oleh
Ernst Ludwig Denninger dan dibantu rekan-rekannya, membuahkan hasil dengan Baptisan pertama kalinya dilakukan pada tahun 1874. Sakramen baptisan tersebut berjumlah 25 orang yang berasal dari Hilina’a dan Onozitoli (termasuk keluarga Salawa Yawaduha) yang menyerahkan hidupnya untuk di baptis pada saat kebaktian Paskah di gereja (Lods) Gunungsitoli.

Ernst Ludwig Denninger membaptis sebanyak 12 orang dan Friedrich Kramer membaptis sebanyak 13 orang nias. Lebih lanjut pada tanggal 23 Agustus 1874 ada sejumlah masyarakat Nias sebanyak 19 orang yang telah mengikuti katekisasi, memberi diri untuk dibaptis oleh Ernst Ludwig Denninger. Ini adalah hal terbesar keberhasilan yang penuh dengan sukacita bagi Ernst Ludwig Denninger sendiri sehingga saking semangatnya ia mendesak RMG agar mengirim lebih banyak lagi jumlah missionaries untuk diutus dan melayani di Pulau Nias.

Pada tahun 1890, jumlah orang Kristen Protestan yang telah dibaptis mencapai 706 orang. Sedangkan pada massa pemerintahan kolonial Belanda, pertumbuhan gereja berlangsung lambat hingga tahun 1900. Namun, pada tahun 1915, jumlah orang-orang yang telah dibaptis bertambah menjadi 20.000 orang.  Sejak tahun 1915 hingga 1920, Kristen Protestan mengalami pertumbuhan yang pesat. Pada tahun 1921 jumlah orang yang telah dibaptis mencapai 60.000 orang.

Sejarah Gereja BNKP di Nias. Sejarah singkatnya perjalanan misi di Pulau Nias, maka dapat dipetakan sebagai berikut: Pada 25 tahun pertama (1865-1890), kekristenan di Nias hanya dapat berkembang di wilayah pemerintahan sipil Belanda, yang disebut Rapatgebiet. Jemaat berdiri di Gunungsitoli, Dahana, Ombölata dan Faekhu. 

Sudah dicoba di beberapa tempat di luar Rapatgebiet, yakni di Fagulo dan Bawolowalani, tetapi gagal dan Ono Niha di wilayah tersebut bertahan dengan kepercayaan dan kebudayaan lama. Tetapi pada kurun waktu 25 tahun kedua (1890-1915), seiring dengan penetrasi Kolonial Belanda ke pedesaan dengan menumpas para pemberontak dan membuka jalan dengan rodi, maka usaha Pekabaran Injilpun masuk ke berbagai wilayah kepulauan Nias.

Untuk wilayah utara misi masuk ke Bo’usö, Awa’ai, Sowu dan kemudian Hilimaziaya sebagai pusat penginjilan di sekelilingnya. Di belahan Timur, misi masuk melalui Humene, Sogae’adu , Bawalia. Di bagian tengah, misi masuk melalui Lölöwua dan Sifaoro’asi. Ke wilayah barat, misi penetrasi ke Tugala-Lahömi/Fadoro, Lahusa, Lolowa’u, Lahagu – Oyo, Lolomoyo dan kemudian Lawelu.  Sedang ke belahan Nias Selatan, misi masuk melalui Hilisimaetanö dan Sa’ua; sedangkan ke pulau-pulau Batu, misi dari Bedan Misi Lutheran  Belanda yang melayani di sana.

Pada 25 tahun ketiga (1916-1940) yang dikenal dengan akhir zaman

Zending , kekristenan di Nias berkembang sangat pesat yang didukung oleh gerakan pertobatan massal yang menyebar di seluruh kepulauan Nias pada tahun 1916-1930. Pada tahap 25 tahun terakhir inilah Ono Niha secara keseluruhan meninggalkan agama lamanya, dan masuk agama Kristen, yang dilembagakan melalui sidang sinode 1 tahun 1936, hingga tahun 1940 dipimpin oleh misionaris Jerman dengan nama Banua Niha Keriso Protestan (BNKP)

Sejarah Singkat Masuknya Agama Kristen Katolik dan Protestan di Pulau Nias  Sejarah Masuknya Gereja Katolik dan BNKP di Pulau Nias ejarah masuknya ger

Akhir zaman Zending ini adalah tahun 1940, ketika terjadi Perang Dunia Kedua, dimana seluruh misionaris ditawan oleh tentara belanda dan kembali ke negerinya. Dengan demikian, sejak tahun 1940 hingga sekarang BNKP dipimpin, digembalakan dan dilayani oleh Ono Niha. Kini, masyarakat Nias menganut agama Kristen Protestan, Kristen Katolik, Islam, Budha, Hindu, Konghucu, dan aliran kepercayaan. Baca Hilisimaetano Maniamolo-Gunungsitoli Saksi Bisu Kudeta NAZI di Pulau Nias 1942 - Sejarah Pulau Nias

Penutup Masuknya Agama Kristen Katolik dan Kristen Protestan di Pulau Nias

Sejarah Singkat Masuknya Agama Kristen Katolik dan Protestan di Pulau Nias  Sejarah Masuknya Gereja Katolik dan BNKP di Pulau Nias ejarah masuknya ger

Sejarah Gereja BNKP di Nias. Jejak masuknya Kristen Protestan di Nias salah satunya bisa ditemukan di Gunungsitoli. Peninggalan itu berupa Gereja bernama Fonorotodo yang berarti mengenang kembali atau peringatan. Itulah sejarah singkat masuknya agama/gereja Kristen Katolik maupun Kristen Protestan di Pulau Nias. Tentunya dengan injil yang dibawakan oleh Misionaris menjadikan masyarakat Pulau Nias sebagai daerah yang beragama dan pastinya memberikan dampak besar bagi kehidupan sosial secara rohani. Penginjilan tentang Firman Tuhan Yesus oleh mereka misionaris telah membebaskan, mendamaikan,  menyelamatkan dan mempersatukan kita masyarakat Nias dalam tali kasih Tuhan. Tuhan Yesus Memberkati, Yaahowu.....Syallom

Sumber Artikel Sejarah Masuknya Agama Kristen di Pulau Nias:

  1. M. Hammerle, Johanes. 2015. Sejarah Gereja Katolik Di Pulau Nias. Gunungsitoli: Yayasan Pusaka Nias.
  2. Heuken, Adolf J., P. Krissantono, Bernard Mardiatmadja, Tonny S. Tjokrowardojo, Maria Meilany, Emil J. Endy Rukmo, Pius S. Nasar, Stefan Kusdarwanto. 1971. Sedjarah Geredja Katolik Di Indonesia. Jakarta: Cipta Loka Cakara.
  3. Gea, Silvester Detianus dan H. Lisman B. S. Zebua. 2018. Mengenal Budaya dan Kearifan Lokal Suku Nias. Labuan Bajo: Yayasan Komodo Indonesia. hlm. 5.
  4. Wikipedia BNKP


close