Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Pengertian, Penciptaan, Proses dan Prinsip Desain Grafis- Seni Budaya

Pengertian, Penciptaan, Proses dan Prinsip Desain Grafis

Pengertian Desain

Apa itu Desain Grafis? Pengertian atau Defenisi Desain merupakan sebagai kata kerja berarti proses penciptaan objek baru, sedangkan sebagai kata benda desain berarti hasil akhir sebuah proses kreatif baik dalam wujud rencana,  proposal, atau karya desain sebagai objek nyata. Sebagai aktivitas reka letak atau perancangan, desain dikerjakan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan benda-benda fugsional yang estetis atau dengan kata lain Desain Grafis adalah suatu bentuk komunikasi visual yang menggunakan gambar untuk menyampaikan informasi atau pesan seefektif mungkin.


Pengertian, Penciptaan, Proses dan Prinsip Desain Grafis- Seni Budaya

Jenis-Jenis Desain Grafis

Desain Grafis Desain adalah proses untuk membuat dan menciptakan obyek baru, dan sedangkan sebagai kata benda Desain adalah hasil akhir dari sebuah proses kreatif. Adapun beberapa macam atau jenis dari desain grafis yang perlu kita ketahui yang diklasifikasikan dalam empat jenis antara lain:

1. Desain Grafis

2. Desain Produk

3. Desain Interior

4. Desain Busana

Disini kita akan belajar tentang Desain Grafis yang tentunya terbagi dalam 2 kategori antara lain

1.   Desain Grafis Percetakan

      Desain grafis ini dipergunakan untuk percetakan yang menggunakan media-media statis

2    Desain Grafis Multimedia atau Web

      Desain grafis yang dipergunakan untuk percetakan untuk multimedia atau web dengan          menggunakan media elektronik

Proses Kreasi Desain

1.        Studi Pendahuluan Desain Grafis

Upaya dalam menetukan konsep dan atau tujuan, kelayakan dan audience yang dituju. Semuanya bisa didapatkan dari berbagai pihak baik itu dari segi Non Grafis ataupun dari pihak Desain Garfis itu sendiri. Misalnya dari sisi Politik, Hukum, Sosial dan Budaya yang dapat diterjemahkan dalam bentuk visual.

2.        Profil Pasar dan Segmen Konsumen Desain Grafis

Untuk mencapai output maksimal yang tepat sasaran sangat diperlukan profil pasar dan kebutuhan konsumen untuk menentukan media visual yang akan dibuat baik itu media berupa cetak maupun media web/multimedia

3.        Alternatif Desain Grafis

Dalam hal mendesain grafis memerlukan sebuah perbandingan yang sengaja dibuat untuk menilai hasil yang mana lebih maksimal.

4.        Uji Coba

Faktor utama Desain yang menekankan pada keberhasilan dalam sebuah karya desain grafis.

5.        Standar Prosedur Produksi

Prosedur produksi sebuah desain berdasarkan kesimpulan output dari ke 4 proses sebelumnya sehingga menjadi tolak ukur untuk memproduksi dan menjual hasil desain grafis kepada konsumen.

Penciptaan Desain Grafis

Penciptaan desain bisa atas dasar pesanan pihak tertentu, dan bisa pula berupa ciptaan pedesain yang ditawarkan kepada masyarakat yang menjadi segmen pasar. Pada tahap studi pendahuluan pedesain mengkaji trend  produk  sejenis, aspek bahan  baku, teknik dan proses kreasi, susunan rupa, gaya, fungsi, harga, dari jenis desain yang akan diciptakan.

Penciptaan alternatif desain pada umumnya mempertimbangkan faktor kebutuhan fungsional, faktor estetis, faktor lingkungan, dan faktor kenyamanan dan keamanan masyarakat pengguna desain, baik dalam arti fisik maupun  mental. Sedangkan uji coba merupakan upaya mendeteksi sejauh mana alternatif desain awal telah memenuhi kriteria standar desain. Kesimpulan dari hasil analisis dan evaluasi yang dilakukan dipergunakan  untuk  memperbaiki  desain awal, sehingga diperoleh karya desain yang representatif dan memuaskan.

Prinsip Desain Grafis

Dalam proses kreasi seorang pedesain biasanya memerlukan pengetahuan  dasar tentang  keselarasan, kesebandingan, irama, keseimbangan dan penekanan.

1.        Keselarasan (harmony)

Dalam suatu desain adalah keteraturan  tatanan  di antara bagian-bagian desain, yaitu susunan yang seimbang, menjadi satu  kesatuan  yang padu  dan  utuh,  masing-masing  saling mengisi sehingga mencapai kualitas yang disebut harmoni. Faktor keselarasan merupakan  hal utama dan penting dalam penciptaan sebuah karya desain.

2.        Kesebandingan (proportion)

Merupakan perbandingan antar satu bagian dengan bagian lain, atau antara bagian-bagian dengan unsur keseluruhan secara visual memberikan efek menyenangkan, artinya tidak timpang atau janggal baik dari segi bentuk maupun warna

3.        Irama (rythme)

Dalam pengertian visual dapat dirasakan karena ada faktor pengulangan di atas bidang atau dalam ruang, yang menyebabkan timbulnya efek optik seperti gerakan, getaran, atau perpindahan dari  unsur  yang satu ke unsur  yang lain. Faktor irama  ini kerap kali memandu mata kita mengikuti arah gerakan dalam karya desain.

4.        Keseimbangan (balance)

Dalam penciptaan  desain adalah upaya penciptaan  karya yang memiliki daya tarik visual. Kesimbangan pada unsur dan bagian desain, maupun  pada keindahan  dan  fungsi desain. Keseimbangan  dapat  memberikan  efek formal  (simetri), informal  (asimetri), atau efek statik (piramid)  dan  dinamik (bola) efek memusat,  memencar,  dan  lain sebagainya. Jadi faktor  keseimbangan bertalian  dengan  penempatan  unsur visual, keterpaduan unsur, ukuran, atau kehadiran unsur pada keluasan bidang-ruang  terjaga bila struktur  rupa  serasi dan sepadan, dengan kata lain bobot tatanan rupa memberi kesan mantap dan kukuh.

5.        Penekanan (emphasis)

Dalam merealisasi gagasan desain, adalah penentuan faktor utama  yang ditonjolkan  karena  kepentingannya,  ada faktor pendukung gagasan yang penyajiannya tidak perlu mengundang perhatian, meski kehadirannya dalam keseluruhan  desain tetap penting. Prinsip penekanan  dapat  dilakukan dengan distorsi ukuran, bentuk, irama, arah, warna kontras, dan lain-lain.




 

close