Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Berkarya Seni Rupa : Defenisi, Konsep, Proses, Tahapan, Alat dan Unsur

Berkarya Seni Rupa – Pengertian, Defenisi, Konsep, Proses, Tahapan, Alat & Unsur 

Dengan seiring berkembangnya jaman, seni juga mengalami berbagai perubahan, ketika berbicara mengenai seni memang tak akan ada batasan tersendiri karena seni itu merupakan wujud ekspresi seseorang dalam menumpahkan imajinasinya yang berisikan cerita, keindahan, serta curahan hati yang membuat sebuah karya seni.

Berkarya seni rupa adalah merealisasikan konsep seni dengan mengekspresikannya dalam karya seni. Karena pada dasarnya kita sebagai manusia tentunya suka akan suatu hal yang indah dan unik. Bahkan sampi mengagumi sesuatu yang ada di alam sekitar, secara tidak langsung atau pun langsung. Keindahan dan keunikan itu dapat menimbulkan rasa senang, sedih, bahagia dan haru.

Berkarya Seni Rupa
Pengertian, Defenisi, Unsur, Konsep, Proses, Tahapan, Alat Seni Rupa
 

Dimulai dari tahap ide atau gagasan sampai dengan wujud karya seni, semua tidak lepas dari hasil pengamatan dan interaksi dengan lingkungan sekitar atau pun pengalaman individu masing-masing. Nah untuk menciptakan suatu karya seni lukis yang baik, ada berbagai hal yang harus diperhatikan.

Uji Kompetensi dalam Karya Seni Rupa -Seni Budaya

1.    Sikap Berekspresi : Uraikan  antusias  kamu  ketika berekspresi menciptakan suatu lukisan dan Tulis deskripsi dan fungsi seni lukis yang kamu ciptakan.

2.    Keterampilan Berekspresi : Mengamati melalui lembar observasi ketika siswa berkarya (fluensi, fleksibilitas, elaborasi) dan Mengamati pada lukisan yang dihasilkan siswa (teknik artistik: realisasi gagasan menjadi lukisan, komposisi dan gaya pribadi.

3.    Pengetahuan Berkreasi

Kognitif : Uraikan dengan ringkas aspek konseptual, aspek visual, dan aspek prosedural kegiatan berekspresi melalui seni lukis, seperti yang sudah kamu lakukan dan Jelaskan bagaimana proses kegiatan berekspresi dengan pendekatan saintifik, dapat merealisasi gagasan menjadi lukisan.

Metakognitif :  Tulis aspek konseptual lukisan yang kamu ciptakan, kemukakan  alasan-alasan logis mengapa  kamu  memilih bentuk visual seperti itu. Kemudian uraikan manfaat seni lukis yang kamu ciptakan bagi orang lain (konsumen seni), dan apa pula manfaat aktivitas berekspresi melalui lukisan bagi kehidupan kamu pribadi.

4.  Penilaian Diri : Apakah anda merasa puas dengan lukisan yang anda hasilkan? Jika ya, tuliskan alasannya. Jika tidak puas, tuliskan pula alasannya dan Apakah lukisan anda termasuk lukisan figuratif, semi figuratif, atau non figuratif. Jawablah dengan menunjukkan bukti dan fakta visualnya pada lukisan yang anda ciptakan serta Apakah lukisan anda  telah sesuai dengan  “makna” yang ingin anda ekspresikan.

5.    Berekspresi

Pelaksanaan aktivitas kreasi seni lukis adalah kegiatan merealisasikan konsep seni sebagai ekspresi. Yakni konsep yang mendasarkan sumber inspirasi seni dipetik dari kehidupan psikologis pelaku kreatif. Karenanya jenis seni ini lebih bersifat subjektif, namun  sangat penting dalam membentuk  keseimbangan antara kehidupan rohani dan jasmani seseorang. (katarsis). Proses kreatif berekspresi ini antara lain, memerlukan persiapan: kanvas ukuran 60 x 60 cm, palet, cat minyak atau cat acrylic, kuas, cucian kuas, kain lap, dan perlengkapan lain yang dipandang perlu.

  

Unsur Berkarya Seni Rupa

Yang harus dilakukan oleh siswa dalam Berkarya Seni Rupa antara lain:

1.  Mengamati

Siswa melaksanakan pengamatan terhadap realitas internaln kehidupan spiritualnya, misalnya memusatkan perhatian pada kehidupan rohaninya, mungkin hal itu berkenaan dengan cita- cita, emosi, nalar, intuisi, gairah, kepribadian dan pengalaman- pengalaman kejiwaan lain yang sekarang, saat ini, dialami.

2.  Menanyakan

Kemudian tanyakan kepada diri sendiri, gejala kejiwaan mana yang paling menjadi masalah, yang paling urgen untuk diekspresikan lewat kegiatan penciptaan  lukisan. Sehingga dengan cara itu kehidupan batin kita menjadi lebih tenang, sehat, dan seimbang. Lalu tetapkanlah itu sebagai sumber inspirasi atau gagasan kreativitas anda. (penentuan subject matter atau tema).

3.  Mencoba

Selanjutnya cobalah mereka-reka  wujud visual gagasan tersebut,  dalam  imajinasi anda,  lalu buatlah  sketsa-sketsa alternatif bagaimana rupa karya lukisan yang anda inginkan, apakah figuratif menyerupai  bentuk-bentuk  alamiah, semi figuratif karena telah mengalami distorsi dari bentuk alamiahnya. Atau non  figuratif, yang sama sekali tidak melukiskan gejala alamiah lagi, melainkan  bentuk-bentuk  abstrak. Tidak ada batasan yang perlu mengekang kebebasan kreatif anda dalam memilih gambaran wujud lukisan. Batasannya adalah pencapaian kepuasan  berekspresi, sama dengan  terealisasinya gagasan menjadi lukisan.

4. Menalar

Dari sejumlah sketsa yang telah anda  buat  itu, analisis kekuatan dan kelemahan setiap sketsa. baik dari aspek konseptual, visual, dan kemungkinan penggunaan media (bahan baku seni) teknik berkarya yang sesuai, dan tetapkan salah satu sketsa yang paling representatif memenuhi  harapan  anda. Dan kemudian berekspresilah dengan penuh rasa percaya diri. Untuk menandai lukisan telah selesai atau belum, tolok ukurnya adalah kepuasan yang anda  alami. Jika rasa puas itu  telah hadir,  kepuasan mempersepsi wujud lukisan yang diciptakan, maka lukisan itu dapat dibubuhi dengan tanda tangan atau inisial anda. Sebagai bukti andalah penciptanya, dan anda bertanggung jawab penuh atas ciptaan tersebut.

5. Menyajikan

Pengertian penyajian sebuah lukisan, tidak sama dengan penyajian makalah dalam kegiatan diskusi. Jadi dalam konteks ini siswa mengerjakan pemberian bingkai yang sesuai dengan, baik ukurannya, warnanya, maupun  kesesuaian dengan aliran lukisan. Selanjutnya menulis  ringkasan  konsep,  deskripsi visual, pembuatan label (judul, tahun penciptaan, media yang digunakan, ukuran, dan nama pencipta, serta foto karya lukisan).

 

Semua keterangan ini di-print dan dilekatkan di bagian belakang lukisan. Sehingga lukisan itu  dikatakan  “siap dipamerkan” Kemudian lukisan tersebut untuk  sementara akan di simpan di ruang koleksi. Penyajian seni lukis yang sesungguhnya akan diselenggarakan dalam bentuk pameran  awal tahun  berjalan. Yang diselenggarakan dengan pembentukan  panitia pameran yang bekerja-sama dengan pihak-pihak  lain, misalnya galeri, kurator, sponsor, donatur, pers, dan lain-lain. Untuk penyajian lukisan, nanti akan dibahas secara tersendiri, dalam bab Pameran Seni Rupa.

 

Berkarya Seni Rupa
Pengertian, Defenisi, Unsur, Konsep, Proses, Tahapan, Alat Seni Rupa

Konsep Berkarya Seni Rupa

Apa itu konsep berkarya seni rupa? Konsep berkarya seni rupa merupakan, Metode merealisasikan sesuatu konsep seni dengan mengekspresikan inspirasi jadi sebuah karya seni rupa. Adapaun beberapa konsep yang harus diperhatikan dalam berkarya seni rupa, terdiri atas:

1. Melakukan Pengamatan

Melakukan pengamatan mempunyai maksud untuk melaksanakan pengamatan terhadap realitas internal spiritual di dalam diri. Karena akan berkaitan dengan cita-cita, keinginan dan lainnya, untuk itu pengamatan sangatlah penting.

2. Menentukan Tema

Kemudian ketika proses pertama sudah dilakukan, kemudian tanyalah diri kalian pribagi bahwa kegiatan apakah yang paling kuat dan bisa untuk dituangkan dalam sebuah karya seni lukis, sehingga ini akan menjadi tema dalam karya seni yang akan dibuat.

3. Membuat Sketsa

Setelah tema mengenai gambaran apa yang akan dilukis beres, maka buatlah sketsa dengan mengambilnya melalui ide yang ditemukan, kepuasan dalam membuat karya seni lukis ialah ketika ide dapat diwujudkan dalam sebuah karya seni lukis.

4. Menganalisis Sketsa

Sketsa selesai dibuat setelah itu diperlukan analisis dari aspek visual, konseptual, bahan baku seni dan teknik yang akan digunakan. Setelah tahap ini dilakukan, maka ekspresi diri seharunya sudah cukup penuh dan mulai tuangkan ekspresi tersebut di sebuah lukisan.

 5. Menyajikan Karya

Nah setelah semua tahap selesai dilewati maka perlu penyajian karya seni lukisa untuk memperlihatkan hasil karya yang telah dibuat dengan sebuah pameran. Sebelum lukisan dipamerkan, sebelumnya lukisan harus dibubuhi ringkasan konsep, pembuatan label “judl, tahun, media, nama pencipta, ukuran, foto karya seni “, dan deskripsi visual.

 

Berkarya Seni Rupa
Pengertian, Defenisi, Unsur, Konsep, Proses, Tahapan, Alat Seni Rupa

Proses Berkarya Seni Rupa

Adapun langkah proses dalam berkarya seni rupa yang diantaranya yaitu:

1. Mencari ide atau gagasan berkarya

2. Menemukan ide atau gagasan berkarya

3. Menuangkan ide atau gagasan berkarya dalam sketsa

4. Memindahkan sketsa

5. Mempresentasikan karya seni

Tahapan Berkarya Seni Rupa

Berikut ini terdapat beberapa tahapan berkarya seni rupa, terdiri atas:

1. Membentuk

Membentuk berawal dari wangsit dan gagasan dalam berkarya seni berwujud tiga dimensi yang mempunyai nilai indah dengan media atau materi tertentu. Teknik membuat bentuk karya seni rupa, yaitu: memutar, analitik konstruksi. Konstruksi yakni cara membuat karya seni rupa dengan ketrampilan.

2. Media atau Bahan Pembentuk

Media dan materi pembentuk pada umumnya terbuat dari materi lentur atau lunak. Media materi pembentuk karya seni rupa antara lain: tanah liat, gips, bubur kertas, plastisin. Sedangkan alat yang dipakai yakni tangan, bantalan papan, alat putar atau kayu pipih.Alat pembentuk semacam ini biasanya dipakai dalam pembuatan gerabah. Kaolin atau tanah liat Cina yang berwarna putih dan tidak berubah walau melalui proses pembakaran.

3. Wujud Karya Seni Membentuk

Wujud kaya seni misalnya peralatan rumah, kerajinan keramik atau gerabah, kerikil bata perkakas kerikil dan sebagainya.

4. Teknik Membentuk

Membentuk yakni termasuk metode berkarya seni rupa yang berfungsi untuk mendapat hasil karya bernilai estetis melalui ketrampilan seniman dengan media materi serta alat pembentuk. Misalnya diharapkan cetakan untuk membentuk alat cor, juga penggores, pisau sudip dan sebagainya. 

 

Berkarya Seni Rupa
Pengertian, Defenisi, Unsur, Konsep, Proses, Tahapan, Alat Seni Rupa

Alat Berkarya Seni Rupa

Alat untuk berkarya seni rupa sangat banyak jenis dan ragamnya. Beberapa karya seni rupa bahkan memiliki peralatan khusus yang tidak dipergunakan pada jenis karya lainnya. Tetapi ada juga alat atau bahan yang dipergunakan hampir disemua proses berkarya seni rupa.

Alat-alat tulis (gambar) misalnya, adalah peralatan yang digunakan dalam proses pembuatan hampir seluruh jenis karya seni rupa, terutama saat membuat rancangan karya seni tersebut. Dalam berkarya seni rupa dua dimensi setidaknya dikenal beberapa kategori alat utama untuk berkarya yaitu alat untuk membentuk, menggambar dan mewarnai serta alat mencetak (mendupilkasi).

Berkarya Seni Rupa
Pengertian, Defenisi, Unsur, Konsep, Proses, Tahapan, Alat Seni Rupa

Seperti juga bahan, selain kategori alat utama tersebut, kita juga mengenal alat-alat bantu lainnya yaitu alat-alat yang peruntukannya tidak secara khusus untuk kegiatan berkarya seni rupa tetapi sangat diperlukan dalam kegiatan berkarya seni rupa seperti: alat pemotong (pisau dan gunting), alat pengering, alat pengukur dan sebagainya.

Alat-alat ini bersifat penunjang untuk memudahkan atau melancarkan proses pembuatan karya. Karena kemajuan teknologi, saat ini semua fungsi alat yang dipergunakan dalam berkarya seni rupa relatif dapat dilakukan oleh komputer. Walaupun demikian perlu disadari betul bahwa komputer hanyalah alat bantu.

Karya seni bagaimanapun juga membutuhkan kepekaan rasa yang sulit dihasilkan oleh program komputer. Kepekaan rasa adalah kompetensi unik dan khas yang hanya dimiliki manusia, berbeda antara satu orang dengan orang lainnya.

Rangkuman Pengertian, Defenisi, Unsur, Konsep, Proses, Tahapan, Alat Seni Rupa

Berekspresi adalah salah satu kebutuhan hidup manusia, realitas internal kehidupan spiritual siswa membutuhkan penyaluran, agar dapat  mencapai keseimbangan kehidupan  rohaniah  yang sehat. Proses mengamati, menanyakan, mencoba, menalar, dan menyaji adalah aktivitas proses kreasi yang lebih bersifat objektif. Dengan memadukan  realitas internal  yang subjektif dengan pendekatan objektif diharapkan siswa mendapatkan pengalaman yang berharga, yakni keharmonisan  antar  kehidupan  batiniah  dan  kehidupan lahiriah. Dari proses kegiatan berekspresi ini potensi artistik para siswa akan berkembang, dan karya-karya siswa adalah objek-0bjek real tentang apa yang mereka harapkan, inginkan, dan sudah pasti merupakan dokumen penting bagi kehidupan psikologis mereka

Aktivitas berekspresi dalam penciptaan  lukisan di samping menghasilkan karya seni lukis, sebagai benda seni yang mengandung nilai keindahan dan makna seni. Juga berfungsi sebagai katarsis atau terapi bagi pelaku kreatifnya sendiri. Sedangkan bagi para psikolog, karya lukisan yang diciptakan  para siswa itu, merupakan  data kehidupan psikologis yang dapat dipakai sebagai objek penelitian. Untuk,  misalnya, mengetahui  realitas kehidupan  emosional, intelektual, imajinasi para siswa kita

Demikianlah penjelasan tentang Berkarya Seni Rupa – Pengertian, Defenisi, Unsur, Konsep, Proses, Tahapan, Alat dalam berkarya seni rupa semoga dengan adanya penjelasan diatas dapat membantu dan menambah wawasan dan pengetahuan kalian semua tentang Berkarya Seni rupa,, terima kasih banyak atas kunjungannya. Jangan Lupa Share ya...

close