-->

Membangun Perencanaan Pemabngunan Desa Bersama Masyarakat


MEMBANGUN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DESA
BERSAMA MASYARAKAT DESA
(Membangun Desa, Dana Desa, Administrasi Desa)

Membangun Perencanaan Pemabngunan Desa Bersama Masyarakat

Membangun kemandirian desa dalam kerangka Desa. Membangun harus dimulai dari proses perencanaan desa yang baik, dan diikuti dengan tata kelola program yang baikpula. Pembangunan (pedesaan) yang efektif bukanlah semata-mata karena adanya kesempatan melainkan merupakan hasil dari penentuan pilihan-pilihan prioritas kegiatan,bukan hasil coba-coba, tetapi akibat perencanaan yang baik. 

Dalam konteks desa membangun,Kewenangan local berskala Desa telah diatur melalui Permendes PDTT No. 1 Tahun 2015, yang menyebutkan bahwa kriteria kewenangan lokal berskala Desa meliputi:

a.   kewenangan yang mengutamakan kegiatan pelayanan dan pemberdayaan masyarakat;
b.   kewenangan yang mempunyai lingkup pengaturan dan kegiatan hanya di dalam wilayah dan masyarakat Desa yang mempunyai dampak internal Desa;
c.   kewenangan yang berkaitan dengan kebutuhan dan kepentingan sehari-hari masyarakat Desa;
d.   kegiatan yang telah dijalankan oleh Desa atas dasar prakarsa Desa;
e.   program kegiatan pemerintah, pemerintah provinsi,dan pemerintah kabupaten/kota dan pihak ketiga yang telah diserahkan dan dikelola oleh Desa; dan
f.    kewenangan lokal berskala Desa yang telah diatur dalam peraturan perundang-undangan tentang pembagian kewenangan pemerintah, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten/kota.

Untuk melaksanakan kewenangan lokal bersakala desa tersebut, maka Pemerintah Desa perlu menyusun perencanaan desa yang melibatkan seluruh komponen masyarakat desa. Proses perencanaan yang baik akan melahirkan pelaksanaan program yang baik, dan pada gilirannya akan menumbuhkan partisipasi masyarakat untuk terlbat dalam pembangunan desa. 

Proses merencanakan, melaksanakan,dan mengevaluasi sendiri kegiatan pembangunan desa merupakan wujud nyata dari kewenangan mengatur dan mengurus pembangunan desa yang berskala lokal desa.Berangkat dari hal tersebut, maka panduan perencanaan, pelaksanaan dan monitoring dan evaluasi ini menjadi penting, karena hanya dengan memahami dinamika masyarakat dan pemerintah desa, seorang pendamping dapat menfasilitasi proses pembangunan dan pemberdayaan masyarakat ke arah yang lebih baik.

Seringkali kita sangat sulit mengukur keberhasilan dalam upaya-upaya pembangunan pemberdayaan masyarakat desa, karena hal ini berkaitan dengan perubahan sikap dan perilaku masyarakat mitra/dampingan, motivasi masyarakat dan pendamping, dan cara menentukan indicator perubahan. Oleh karena itu, bagian ini akan membahas hal penting yang dapat digunakan untuk mengukur perubahan sikap dan perilaku masyarakat mitra/dampingan melalui kegiatan ”membangun perencanaan bersama masyarakat”.

Menyusun sebuah rencana yang baik mestinya didukung oleh sejumlah data dan informasi yang memadai agar rencana yang disusun dapat memecahkan masalah yang ditemui atau dialami masyarakat desa melalui potensi yang dimiliknya. Permasalahannya adalah jenis data apa yang dibutuhkan, sumber informasi, jenis dan kedalaman data,bagaimana cara memperoleh data dan informasi yang dibutuhkan.

Sebelum melaksanakan kegiatan membangun perencanaan bersama masyarakat desa, beberapa komponen penting perlu diketahui dan dihayati oleh seorang pendamping masyarakat, antara lain: 

a) pemahaman tentang kondisiumum masyarakat,
b) pemahaman tentang peran dan fungsi pendamping,
c) pemahaman tentang daur programpembangunan desa,
d) pemahaman tentang arti pentingdata dalam menyusun sebuah perencanaan,
e) pemahaman atas berbagai metode-metode partisipatif, dan
f) bagaimana memotivasi masyarakat untuk mengembangkan dirinya.

Dengan demikian, melalui materi ini pendamping dan aparat desa dapat menggunakan pengetahuan dan keterampilannya untuk (a) membantu masyarakat dan pemerintah desa mengidentifikasi potensi-potensi yang mereka miliki, (b) mendampingi masyarakat dan pemerintah desa membuat rencana-rencana pengembangan dirinya, dan (c) mendorong masyarakat dan pemerintah desa menggunakan potensi yang dimiliki bagi pengembangan dirinya.

A.     Pemahaman Tentang Kondisi Umum Masyarakat

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Keterlibatan Masyarakat. Keterlibatan adalah proses seseorang untuk memahami lingkungan yang ada disekitarnya. Keterlibatan akan muncul ketika seseorang merasa perlu untuk merubah lingkungan sehingga sesuai dengan apa yang dipikirkan. John C.Maxwell, seorang penulis buku psikologi populer “25 Waysto Win with People” menuliskan bahwa keterlibatan seseorang akan muncul jika seseorang tersebut sudah memahamidirinya sendiri. Terdapat hambatan-hambatan sehingga seseorang tidak berani bahkan hanya sekedar untuk mengetahui saja banyak yang tidak bersedia. Faktor-faktor tersebut diantaranya adalah:
Faktor Psikologis;
Faktor Ekonomi;
Faktor Budaya.

B.    Metode Pemecahan Masalah Bersama Masyarakat

Beberapa pengalaman telah menunjukkan bahwa untuk melakukan pemecahan masalah bersama masyarakat,dilakukan dengan tahapan-tahapan:

a)  Sosialisasi dan pendekatan kepada masyarakat untuk bekerjasama. Hasilnya berupa kesepakatan dan komitmen antara masyarakatdan fasilitator;
b)  Kesepakatan ditindaklanjuti dengan melakukan pengumpulan data, menggunakan metode danteknik Participatory Rural Appraisal (PRA), survei, dan obesrvasi;
c)  Data yang dikumpulkan menjadi Profil, yang menggambarkan keadaan terkini, berupa rangkaian angka (data kuantitatif) dan rangkaian kata-kata (data kualitatif);
d)  Profil menjadi lebih bermakana melalui analisis yang dilakukan secara partispatif maupun melalui analisis statistik. Hasil analisis, kemudian menjadi bahan dasar untuk menyusun rencana kegiatan (untuk memecahkan masalah), dan sebagai bahan dasar untuk mendisain program stimulans untuk mempertahankan kerjasama, dan;
e)  Pada akhirnya, secara bersama-sama akan menemukan program utama, dengan dimensi waktu tahunan atau multi tahun,bagaimana bersinergi dengan berbagai pihak yang bekerjabersama masyarakat, melalui beberapa bentuk pembiayaan dan kegiatan.

Proses ini dapat dilihat dalam bentuk baganalir pada lampiran.Bagaimana Memulai? Langkah pertama yang dilakukan adalah Pembuatan Sketsa Desa. Informasi (umum) yang akan digali, menyangkut :

a)  Sebaran pemukiman penduduk, letak pasar, sekolah, tempat ibadah, keadaan jalan,sumber air, fasilitas kesehatan, fasilitas perikanan, sumberdaya pertanian, SD Perkebunan, SD Kehutanan, fasilitassosial/umum, sebaran kelompok, dan lain-lain; 

b)  Masalah-masalah yang ada dan upaya pemecahan yang telah dilakukan.

Berdasarkan informasi umum yang diperoleh dari pembuatan sketsa desa, dilakukan diskusi terfokus (FGD/FocusGroup Discussion), menyangkut antara lain:

1. Analisis Mata Pencaharian, menyangkut: Jenis dan sumber mata pencaharian, mata pencaharian pada musim paceklik, pelaku utama (laki/perempuan) pada jenis dan sumber mata pencaharian, kontribusi per jenis mata pencaharian terhadap pendapatan keluarga, pasar dan pemasaran, pemanfaatan hasil, teknologi yang digunakan, peralatan pendukung (jenis, jumlah). Masalah-masalah yang ada dan upaya pemecahan yang telah dilakukan;

2. Kalender Musim, menyangkut waktu peroleh penghasilan dan pendapatan, waktu panen raya dan panen sedikit, aktifitas/kegiatan yang berhubungan dan tidak berhubungan dengan usaha perikananyang penting, keterlibatan (laki/perempuan). Sebagai pendukung, melakukan diskusi menyangkut kalender kegiatan harian pada saat panen raya dan panen sedikit dan mencatat masalah-masalah yang ada dan upaya pemecahan yang telah dilakukan;

3. Bagan Alir, tata niaga hasil perikanan, pendapatan dan pengeluaran, prossesing hasil dan ikutan hasil produksi lainnya, Masalah-masalah yang ada dan upaya pemecahan yang telah dilakukan;

4. Matrix Ranking, menyangkut mekanisme pemilihan pengurus kelompok, ranking pendapatan, ranking pilihan usaha yang mungkin dikembangkan, kriteria menurut sasaran. Masalah-masalah yang ada dan upaya pemecahan yang telah dilakukan;

5. Diagram Venn, untuk mengidentifikasi organisasi,kelompok atau perorangan yang berhubungan dengan masyarakat, baik hubungan secara ekonomis maupun hubungan sosial kemasyarakatan.

Sumber Informasi. Sumber informasi dalam pembuatan sketsa desa dan diskusi pendalaman, terdiri dari unsur aparat desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, pedagang,buruh tani-nelayan, dan pengurus kelompok. Sumber informasi harus mempertimbangkan komposisi laki-perempuan.

Pengembangan Usaha Kelompok. Kegiatan ini merupakan tahapan kegiatan riset partisipatoris. Identifikasi profil usaha dan kelompok, dilakukan untuk memperoleh gambaran umum mengenai profil usaha dan permasalahannya. Kegiatan ini sekaligus melakukan evaluasi dan refleksi terhadap kegiatan kelompok. 

Kelompok yang dimaksud adalah kelompok usaha produktif yang sudah terbentuk(yang sudah ada sebelum program ini dilaksanakan) maupun kelompok baru yang terbentuk setelah sosialisasi dan pendekatan.

Anda mungkin menyukai postingan ini